Kebutuhan MESIN PENGOLAH TEPUNG PISANG
Dibaca 737 kali

Mesin penepung pisang konsisten dan hiegienis menghasilkan produk tepung yang sesuai dengan standar mutu dan ekonomis. Masalah yang dihadapi di industri hilir terutama yang dikembangkan dengan cara home industry, termasuk wilayah pengkajian BPTP Kalimantan Selatan yaitu mutu tepung pisang yang tidak konsisten, proses yang tidak higienis sehingga kandungan bakteri dan cemaran kotoran lainnya masih tinggi. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) telah mengembangkan paket teknologi mekanisasi untuk pengolahan tepung pisang yang terdiri dari perajang, pengering dan penepung, dengan kapasitas mesin perajang 30 kg/jam, laju mesin pengering 14,9 % sehingga hanya memerlukan waktu 4 jam untuk menepung. Hasil analisis ekonomi ketiga alat tersebut 1,47 ; 1,5 dan 1,7 masing-masing untuk mesin perajang, pengering dan penepung. Paket mekanisasi ini sesuai dengan urutan proses pengolahan pisang yang meliputi pelepasan buah dari tandan, pengukusan, pengupasan, perendaman, penirisan, perajangan, pengeringan dan penepungan.

 

Peneliti : Susy Lesmayati & Retno Endrasari                                                

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan dan BPTP Jawa Tengah

Keterangan lebih lanjut
Bidang Teknologi : Teknologi Tepat Guna
Lembaga Peneliti : Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan
Peneliti : Susy Lesmayati; Retno Endrasari
Email :
Telpon :